5 Tips Mendidik agar Anak Cerdas, Jangan Pernah Bilang Seperti Ini Bun

Jakarta

Mendidik anak memang bukan hal yang mudah, Bunda. Namun, ada beberapa cara mendidik yang dianggap sangat mengerikan bahkan bisa merusak tumbuh kembang anak.

Seperti yang Bunda tahu, mendidik anak adalah tanggung jawab dan kewajiban kedua orang tua bahkan sejak berada di dalam kandungan. Hal ini lantaran masa depan mereka akan bergantung pada ilmu pengetahuan yang didapatkan.

Sayangnya, cara mengajar dan mendidik yang keliru justru bisa membuat Si Kecil merasa tidak nyaman. Parahnya lagi, bisa jadi cara mendidik yang salah akan mempengaruhi mental mereka.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="1"]

Tips mendidik anak cerdas

Selain cara mendidik dan mengajar, perkataan yang terlontar dari mulut Bunda atau Ayah setelah mereka belajar atau melakukan sesuatu juga bisa memengaruhi kualitas Si Kecil. Karena itu, Bunda dianjurkan untuk mengatakan hal-hal positif yang bisa membuat anak bersemangat.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="3"]

Mengutip dari laman Woman’s Day, ada beberapa perkataan yang perlu Bunda hindari saat mendidik anak agar menjadi cerdas. Kalau penasaran, berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya.

1. “Bunda/Ayah tahu kamu bisa berusaha lebih keras”

Pikiran anak mungkin sudah sangat frustrasi ketika menjalani berbagai kegiatan mulai dari sekolah, olahraga, hingga musik. Karena itu, perkataan seperti, ‘Kamu males banget, sih!’ baiknya tak pernah terucap dari mulut Bunda atau ayah.

Komentar ini seakan-akan menandakan Bunda tidak puas dengan usaha yang telah diberikan oleh anak. Perkataan ini tidak akan membuat anak berusaha lebih keras, justru membuatnya semakin putus asa.

Kalau Bunda ingin anak berusaha lebih keras, jelaskan juga hal apa yang nantinya akan mereka capai. Misalnya saja seperti, ‘Kalau kamu bereskan kamar, kamu boleh main di luar’ atau ‘Wah waktu belajar yang kamu pakai selama ini enggak sia-sia, ya!’.




Ilustrasi keluarga/Foto: Getty Images/kate_sept2004

2. “Kenapa kamu enggak bisa kayak kakak/adik?”

Selalu ada persaingan dengan saudara kandung dan Bunda tidak bisa membandingkan keduanya dengan kata-kata yang menyakitkan. Pertandingan akan sahabat nantinya akan memicu perdebatan dan perselisihan antar keduanya.

Kalau Bunda ingin anak melakukan prestasi yang saudaranya lakukan, Bunda bisa katakan dengan, ‘Kakak sedang latihan piano dan suaranya bagus. Kenapa kamu enggak mau coba?’.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="5"]

Pada dasarnya Bunda memberitahu adik kalau piano adalah milik kakak dan tidak membandingkannya. Jadi, cobalah untuk mendorong minat anak dalam mengerjakan apapun sambil menghindari pertandingan antara saudara.

Klik baca halaman berikutnya untuk melihat perkataan yang harus dihindari saat mendidik anak, yuk.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga video games seru yang melatih kecerdasan Si Keci berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]


fase-anak
Anak Usia 1-3 Tahun
Ketahui lebih jauh perkembangan anak 1-3 tahun.
Cek Yuk arrow-right

Artikel ini bersumber dari : www.haibunda.com.

Tinggalkan komentar