Ingin Punya Bisnis Skincare Sendiri? Begini Cara Praktisnya

Suara.com – Produk-produk kecantikan seperti skincare dan kosmetik semakin diminati oleh masyarakat di Indonesia. Terlebih kini bukan hanya perempuan dewasa yang menggunakan, tapi juga remaja dan lelaki.

Situasi itu memicu menjamurkan bisnis skincare maupun kosmetik di Indonesia. Maka tidak heran jika banyak prdusen lokal mulai berlomba-lomba mengeluarkan produk yang ciamik namun dengan harga yang terjangkau.

Lantas, bagaimana cara memulai bisnis produk kecantikan jika tak ada pengalaman dan pengetahuan sama sekali soal bisnis? Nah, praktisnya, bisa menggunakan jasa maklon kosmetik yang akan membantu proses pembuatan produk dari nol hingga siap dijual.

Maklon kosmetik sendiri merupakan proses produksi kosmetik yang dilakukan sebuah perusahaan yang telah memiliki lisensi BPOM RI dan legalitas terkait. Di Indonesia sendiri, produk kosmetik harus memenuhi persyaratan BPOM untuk dikeluarkan izin edarnya.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="1"]

Baca Juga:
Jadi Produk Skincare Andalan, Begini Tips Pakai Retinol Agar Kulit Tidak Kemerahan

Ilustrasi pabrik skincare. (Dok: Istimewa)

Salah satu perusahaan jasa maklon terbaik di Indonesia yakni PT. Neo Kosmetika Industri, perusahaan maklon kosmetik yang telah berdiri sejak tahun 2003.

Perusahaan tersebut hingga saat ini telah memproduksi hingga ratusan ribu produk kosmetik dan skincare. Perusahaan ini telah dipercaya oleh ratusan brand lokal di Indonesia, baik yang baru merintis hingga brand besar sekalipun. Jadi, kualitas dan profesionalitasnya tak perlu diragukan lagi.

“Setiap minggu kami dapat produksi ratusan ribu bahkan dalam sebulan mampu produksi jutaan produk dari berbagai brand kecantikan,” kata, Marketing PT. Neo Kosmetika Industri Biontika Yaningtyas Wuni dalam keterangannya, Senin, (8/8/2022)

Bukan tanpa alasan jasa maklon satu ini menjadi tujuan para pebisnis, sebab produk yang dihasilkan oleh sangat berkualitas dan terjamin karena melalui proses yang sangat ketat dan sebelum dikirim dilakukan Quality Control (QC) untuk meminimalisir kegagalan. Mereka juga memiliki SDM yang berpengalaman di bidangnya.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="3"]

“Kami percaya produk yang berkualitas selain dari bahan baku yang paling utama adalah SDM yang berkompeten di bidangnya,” tutur Biontika Yaningtyas Wuni.

Baca Juga:
3 Kelompok Orang Ini Tidak Bisa Gunakan Skincare dengan Kandungan Retinol

Selain itu, bahan baku kosmetik maupun skincare yang digunakan oleh perusahaan tersebut merupakan bahan impor dari Eropa, Jepang dan Korea Selatan. Seperti yang kita tahu, ketiga negara ini masih menjadi kiblat produk-produk kecantikan bagi masyarakat Indonesia.


Artikel ini bersumber dari : www.suara.com.

Tinggalkan komentar