Kunci Menerapkan Gentle Parenting pada Anak tanpa Kehabisan Kesabaran Halaman all

KOMPAS.com – Gentle parenting artinya orangtua mengurangi marah pada anak dan lebih banyak bersikap tenang tapi tegas.

Gaya pengasuhan ini berusaha menciptakan karakter anak yang penuh empati, pengertian dan saling menghormati.

Kita berusaha menghargai anak, dengan segara kebutuhan emosional dan batasan pribadinya, agar buah hati menjadi karakter yang lebih positif.

Sayangnya, metode ini tidak semudah itu dipraktikkan apalagi di momen kala anak berulah sehingga orangtua mulai kehabisan kesabaran.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="1"]

Baca juga: Gentle Parenting: Gaya Pengasuhan tanpa Marah-marah yang Kaya Manfaat

Gentle parenting adalah pola asuh yang membiasakan anak pada kebaikan hati, kasih sayang, dan empati setiap saat.

Sebagai orangtua, kita juga perlu mengurangi sikap terlalu menuntut dan memerintah anak.

Sebaliknya, kita perlu bersikap terbuka dengan menjalin komunikasi lebih lanjut untuk memahami pendapat, perasaan dan keinginan buah hati.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="3"]

Kunci dari gentle parenting adalah kesabaran dan pendekatan yang kita lakukan kepada anak agar mereka merasa dilihat, didengar dan dipahami.

Tentunya ini sulit dilakukan kala anak berulah atau tantrum di momen penting sehingga kita tak bisa menahan emosi.

Namun orangtua perlu memahami bahwa itu adalah bentuk anak berkomunikasi karena keterbatasan kemampuannya.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Tantrum pada Anak, Orangtua Tidak Perlu Marah-marah

Dengan metode gentle parenting, orangtua harus membiarkan anak melepaskan emosinya yang berlebih itu sambil tetap mendampingi dengan tenang.

Pastikan anak tidak melakukan hal yang berbahaya untuk dirinya sendiri, maupun orang lain, saat sedang berulah.

Selain itu, kita juga perlu memvalidasi perasaan anak dan menyebutkan namanya ketika memanggil mereka.

Setelah amukannya reda, barulah jadikan itu sebagai momen untuk berdiskusi soal penyebabnya dan solusi yang akan diambil bersama.

Baca juga: Balita Sering Memukul Ketika Marah, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="5"]

Agar lebih mudah mengaplikasikannya, berikut adalah tips saat menerapkan gentle parenting:

Tetapkan ekspektasi dengan lingkungan sekitar

tirachardz/ Freepik Ilustrasi orangtua dan anak.

Jelaskan kepada keluarga, guru sekolah dan lingkungan sekitar kita soal gaya asuh yang diterapkan ini.

Dengan cara ini, semua orang akan melakukan hal yang serupa sesusai ekspekstasi kita sehingga manfaatnya lebih cepat dirasakan.

Tetap tenang dan positif

Riset membutikan memuji anak lebih sering dapat mendorong perubahan perilaku positif, dibandingkan respon negatif.

 

Terapkan hal ini dengan selalu bersikap tenang dan positif ketika di hadapan anak-anak bahkan saat situasi kurang ideal.

 

Siapkan kemungkinan terburuk

Rencanakan bagaiaman kita akan merespon anak ketika mereka berperilaku buruk ketika di tempat umum, acara keluarga atau momen krusial lainnya.

Misalnya ketika anak mengamuk saat tidak dibelikan mainan yang diinginkan atau tidak suka berada di lokasi tersebut.

Gentle parenting memungkinkan orangtua menyusun rencana soal cara menghadapi anak dengan tenan dan efisien tanpa bersikap reaktif.

Konsisten dengan aturan

Seringkali anak tidak menyadari kebiasaan self-talk negatif yang bisa membat dirinya pesimis, tidak percaya diri, dan cenderung membaatasi kemampuannya.Julia M Cameron Seringkali anak tidak menyadari kebiasaan self-talk negatif yang bisa membat dirinya pesimis, tidak percaya diri, dan cenderung membaatasi kemampuannya.

Gentle parenting membuat waktu dan usaha yang panjang agar bisa menunjukkan hasilnya.

Pastikan kita konsisten dengan gaya asuh yang telah ditetapkan agar anak memahami dan menghormati ‘aturan main’ tersebut.

Orangtua harus kompak

Gentle parenting adalah gaya asuh yang harus dilakukan oleh ayah maupun ibu secara kompak.

Setelah itu orangtua bisa menularkannya kepada anak dengan memberikan respon tepat soal perasaan maupun perilaku mereka.

Khususnya tentang memahami perasaan anak termasuk penyebabnya, hasil, konsekuensi dan dampaknya pada dirinya sendiri.

Baca juga: 10 Tips Parenting yang Perlu Diketahui Orangtua

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini bersumber dari : lifestyle.kompas.com.

Tinggalkan komentar