Sosialisasi Parenting ala Ali bin Abi Thalib dalam Mendidik Anak

JurnalPost.com – Mahasiswa KKN UPI Kampus Daerah Purwakarta mengadakan sosialisasi parenting ala Ali bin Abi Thalib pada Selasa (02/08/22). Kegiatan yang bertempat di Kampung Sukamaju ini dihadiri oleh kurang lebih dua puluh lima peserta yang terdiri atas pengurus madrasah, dan juga ibu rumah tangga setempat.

Tujuan diselenggarakannya sosialisasi parenting ini untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan orang tua dalam melaksanakan pengasuhan dan Pendidikan anak di lingkungan rumah dan keluarga dengan baik, karena pada era sekarang, terutama di pedesaan, banyak orang tua yang tidak begitu memahami pola asuh dan karakter pada anak yang baik dan benar sebagaimana mestinya, sehingga kami mengadakan kegiatan sosialisasi parenting ini.

Sosialisasi ini disampaikan oleh Firliana Putri Anjella yang mendapatkan materi dari berbagai sumber. Materi yang disampaikan yaitu Rumus Tujuh kali tiga Ali bin Abi Thalib dalam Mendidik anak. Pembicara menyampaikan kepada peserta bahwa Orangtua memegang kunci utama dalam pengasuhan dan membentuk akhlak Anak. Dalam mengurus anak-anak dirumah, konsep 7×3 Ali bin Abi Thalib bisa dijadikan pedoman untuk orang tua. Ada tiga pengelompokkan dalam cara memperlakukan anak. Tiga momen ini disesuaikan dengan usia anak.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="1"]

1. Kelompok Tujuh tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai seorang raja/ratu.
2. Kelompok Tujuh tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai seorang tawanan.
3. Kelompok Tujuh tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai seorang sahabat.

Materi yang disampaikan sangat menarik bagi peserta sosialisasi. Hal ini terlihat pada saat sesi tanya jawab dibuka, kami melihat respon begitu exited dari para peserta yakni dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh ibu-ibu di Kampung Sukamaju terkait materi yang telah disampaikan pembicara.

Pada salah satu pertanyaan, Saya Putri Anjella selaku pembicara Menyampaikan,
“Sesudah memasuki usia remaja atau menuju dewasa, anak memerlukan ruang juga sedikit kebebasan agar tidak merasa terkekang oleh sekitar, karena saat anak merasa dikekang dan dibatasi pada usia itu, bisa jadi ia akan melakukan pemberontakan. Pengawasan terhadap anak tetap perlu dilalukan tanpa bersikap otoriter dan berlebihan. Dengan begitu anak akan merasa dirinya penting, merasa dihormati, dicintai, dihargai dan juga disayangi oleh orang tua” Hal tersebut sekaligus mengingatkan kepada para peserta bahwa terkadang para anak hanya ingin dimengerti dan hanya perlu didengarkan oleh orang tuanya.

Acara ditutup dengan pembacaan doa serta sesi dokumentasi bersama beberapa peserta yang hadir. Mahasiswa KKN UPI berharap dengan diadakannya kegiatan sosialisasi parenting mengenai parenting ala Ali bin Abi Thalib dalam Mendidik anak dapat bermanfaat bagi para Ibu-ibu yang hadir dan kami juga berharap para peserta dapat menerapkan yang telah disampaikan dan menyebarkan apa yang pembicara sampaikan mengenai informasi yang telah disampaikan.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="3"]

Oleh : Firliana Putri Anjella/Kelompok : 182 (Idat Muqadas, M.Pd)

Artikel ini bersumber dari : jurnalpost.com.

Tinggalkan komentar