Tips Parenting Oka Antara Terus Dampingi Anak Hingga Usia 16 Tahun

Oka Antara ternyata punya prinsip tersendiri yang dia pegang teguh dalam membesarkan tiga orang anaknya. Mommies bisa sontek prinsipnya berikut ini!

Setiap orang tua pasti pun caranya masing-masing dalam membesarkan buah hati mereka, termasuk Oka Antara. Tentunya cara yang diambil setiap orang tua berbeda-beda, tetapi semua tujuan selalu sama, yaitu mendidik anak jadi pribadi yang baik.

Hal yang serupa juga dilakukan oleh aktor dan bintang sinetron yang aktif sejak tahun 2000 ini. Oka Antara yang menikah dengan Rara Wiritanaya kini sudah dikaruniai tiga orang anak, yang mulai beranjak remaja.

Di tengah kesibukannya syuting dan promosi film, termasuk Noktah Merah Perkawinan, Oka Antara selalu berusaha memantau tumbuh jembang anak-anaknnya dan terus memberikan pendampingan.

Saat bertandang ke kantor Mommies Daily untuk promosi film Noktah Merah Perkawinan, MD pun berkesempatan ngobrol dengan Oka Antara dan membahas gaya parenting yang dia terapkan dalam mendidik ketiga anaknya. Ternyata pria kelahiran 8 Juli 1981 ini memegang teguh sebuah prinsip dalam membesarkan anak, lho.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="1"]

BACA JUGA: MD 911: Tim “Noktah Merah Perkawinan” Terima Tantangan Jawab Pertanyaan Anak Soal FIlm

Pilih Terus Dampingi Anak

Menurut Oka Antara bukan hal yang mudah membesarkan anak-anak, terlebih ada yang sudah mulai beranjak remaja. Ketiga anaknya Akshara Isaka Raia (13), Narasima Ruga (11), dan Yuri Kamasuya (9) punya sifat yang berbeda-beda. Meski begitu, berapa pun usia mereka, Oka akan menerapkan pendampingan maksimal hingga ketiganya berusia 16 tahun.

“Jangan pernah ninggalin anak sampai dia berusia 15-16 tahun,” buka Oka Antara tentang prinsip yang selalu dia pegang. “Mau mereka di usia berapa pun, jangan ditinggalkan dalam artian kita sebagai orang tua sibuk sendiri.”

Menurut Oka, para orang tua jangan merasa anak bisa dilepas karena sampai usia 16 tahun itu adalah masa pembentukan pertama anak. “Ini bukan berdasarkan teori tapi lebih dari pengalaman gw sendiri. Gw bisa menolak pergaulan yang hancur, terhindari dari obat-obatan terlarang dan sejenisnya, bahkan minuman keras, itu karena gw punya pondasi yang kuat,” ujarnya.

Oka mengaku sampai usia 16 tahun dia terus dididik dan didampingi oleh orang tuanya sehingga pondasi dirinya terbentuk dengan kuat, salah satunya untuk selalu mengingat Tuhan. Setelah melewati usia 16 tahun, orang tua Oka membebaskannya untuk melakukan apa saja.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="3"]

“Itu karena mereka (orang tua) percaya sama gw. Bahkan gw dibiarkan ngontrak rumah sendiri di usia 18 tahun, dan dikontrakin sama bokap.” Di usia tersebut Oka Antara percaya bahwa anak-anak sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk, tentunya dengan pendampingan yang tepat dari sisi orang tua.

Orang Tua Harus Jadi Sumber Informasi Utama Anak

Satu lagi tips parenting yang diterapkan oleh Oka Antara adalah menjadikan dirinya dan pasangan sebagai jendela pertama anak mendapatkan indormasi. “Anak kalo bisa mendapatkan informasi dari luar pertama kali itu dari orang tua, bukan dari gadget,” ungkapnya.

Oka mengharapkan segala informasik yang dicerna oleh anak harus melalui orang tua. Kalau pun anak sudah terlanjut tahun informasi tersebut dari internet atau sosmed, orang tua harus membantu menjelaskannya.

“Contoh kasusnya kayak alasan kenapa banyak orang ninggalin komentar-komentar jahat. Itu anak jangan sampai mencerna sendiri karena mungkin mereka belum sanggup. Karena itu kita sebagai orang tua harus kasih tahu yang benar, misalnya masalah komentar jahat itu mungkin orang tersebut gak bisa atau belum bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Jadi sebetulnya kita kasihan melihat mereka dan jangan diserang, jangan diapa-apain.”

Dalam mengatasi masalah ini, Oka menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa sebagai pribadi mereka harus mengerti dulu posisi si orang yang meninggalkan komentar jahat dan mengatakan kepada diri sendiri untuk tidak menjadi orang seperti itu.

“Hal seperti ini, nasihat-nasihat ini pasti gak bisa didapat dari internet. Jadi harus orang tuanya sendiri yang memberikan penjelasan kepada anak. Kalau kita sebagai orang tua sibuk sendiri dan gak mendampingi anak sampai usia 16 tahun maka bisa bahaya,” jelasnya.

Tidak Memaksakan Nilai Akademis

Bicara soal pendidikan ketiga anaknya, Oka Antara ternyata bukan tipe orang tua yang mengharuskan anak-anaknya jadi nomor satu. “Anak-anak sekolah di sekolah umum swasta dan nilainya gak harus gimana banget. Gak ada target, sih,” jelas pemeran Gilang di film Nokath Merah Perkawinan ini.

Menurut Oka yang terpenting itu anak-anaknya mendapatkan pendidikan dan terus sekolah seperti anak-anak lainnya. “Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan dan juga bergaul.”

Beruntung ketiga anaknya sekolah di tempat yang sama. “Kebetulan anak gw yang kedua dan ketiga dapat beasiswa basket. Karena mereka satu sekolah, akhirnya yang pertama juga masuk ke sekolah yang sama. Supaya bisa bareng-bareng jemputnya,” canda Oka.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="5"]

BACA JUGA: Pelajaran Tentang Pernikahan yang Bisa Dipetik dari Film Noktah Merah Perkawinan


Artikel ini bersumber dari : mommiesdaily.com.

Tinggalkan komentar