Cara Membedakan Konstraksi pada Ibu Hamil, Berbeda Jauh dengan Konstraksi Palsu

Posted on

Kontraksi asli akan menjadi pertanda ketika Anda sudah mendekati waktu kelahiran. Walau begitu, gejala seperti ini ternyata bisa terjadi pada trimester kedua. Dengan begitu, penting bagi calon ibu untuk mengetahui bagaimana cara membedakan konstraksi pada ibu hamil terutama saat kehamilan pertama.

Cara Membedakan Konstraksi pada Ibu Hamil

Minggu-minggu terakhir selama masa kehamilan memang seringkali merasakan mual dan mulas. Namun bisa jadi gejala ini termasuk ke dalam konstraksi palsu. Untuk itu, Anda harus tahu cara membedakan konstraksi pada ibu hamil. Pasalnya tidak sedikit diantara bumil langsung segera pergi ke rumah sakit.

1. Frekuensi dan Waktu yang Tidak Beraturan pada Konstraksi Palsu

Perlu Anda pahami bahwa konstraksi palsu akan terjadi pada trimester kedua. Sebenarnya tidak seluruh ibu hamil akan merasakannya. Biasanya hanya berlangsung selama 30 hingga 60 detik saja dan berulang pada waktuu yang tidaktentu.

Anda bisa menilai cara membedakan konstraksi pada ibu hamil bahwa itu adalah konstraksi palsu ketika rasa nyeri tersebut hilang timbul. Frekuensinya pun terasa acak dan tidak terlalu sering. Gejala-gejala menjelang persalinan ini dapat dipelajari di dalam ilmu parenting.

2. Konstraksi Asli Terjadi Secara Teratur dan Kuat

Cara Membedakan Konstraksi pada Ibu Hamil

Kontraksi asli akan berlangsung selama waktu 30 hingga 70 detik dan akan terjadi setiap 5 sampai 10 menit. Rasa nyerinya pun sangat kuat sehingga membuat sebagian besar ibu hamil tidak bisa berjalan atau bahkan berbicara karena menahan rasa sakit tersebut.

Baca Juga :   Penyebab Hamil Kosong, Ketahui Pengertian dan Pengobatannya

Konstraksi akan terasa lebih kuat dan dekat seiring mendekati waktu kelahiran. Mungkin pada konstraksi palsu, Anda masih bisa menahannya karena rasa sakitnya tidak sekuat saat benar-benar dekat dengan waktu kelahiran. Untuk mengetahui apa itu konstraksi palsu, bisa mengecek pada kategori blog.

3. Rasa Sakit di Perut dan Punggung Bawah pada Konstraksi Asli

Cara Membedakan Konstraksi pada Ibu Hamil

Tidak heran apabila calon ibu yang baru pertama kali hamil akan langsung panik apabila merasakan nyeri di perut mereka. Tidak jarang juga sebagian besar dari mereka pergi ke dokter saat itu juga. Padahal beberapa gejala seperti nyeri punggung bawah adalah kondisi wajar bagi ibu hamil.

Anda bisa menjadikannya sebagai salah satu cara membedakan konstraksi pada ibu hamil. Sakit pinggang atau punggung bagian belakang menjadi tanda Anda akan melahirkan. Tentu saja rasa sakitnya akan lebih kuat dibandingkan dengan kontraksi palsu karena posisi bayi sudah semakin menekan tulang belakang.

4. Lendir dan Darah Mulai Keluar ketika Konstraksi Asli

Cara Membedakan Konstraksi pada Ibu Hamil

Berikutnya, Anda bisa mengecek flek yang darah untuk mengetahui cara membedakan konstraksi pada ibu hamil. Apabila terjadi di minggu terakhir kehamilan dan mendekati waktu kelahiran, biasanya akan muncul flek darah berwarna kecoklatan. Selain itu juga biasanya disertai dengan darah dari vagina.

Hal ini pun menjadi gejala normal. Lendir ini berasal dari bagian yang menyumbat leher rahim. Fungsinya agar tidak terjadi infeksi karena akan membahayakan janin. Ketika mendekati waktu persalinan, lendir tersebut akan luruh dengan sendirinya.

5. Bayi Terasa Bergerak Turun ke Panggul saat Konstraksi Asli

Setiap ibu hamil memang bisa merasakan gerakan di dalam kandungannya. Namun ketika sudah mengalami konstraksi asli, maka gerakannya pun terasa berbeda. Anda bisa melihat pergerakan dari janin akan semakin turun ke bawah mendekati bagian panggul.

Baca Juga :   Begini 7 Ciri Hamil Bayi Cewek dari Perubahan Fisiknya

Gerakan seperti ini biasanya terjadi selama beberapa minggu atau bahkan sekian jam saja sebelum masuk ke proses persalinan. Rasa nyeri pada konstraksi asli seperti ini bisa saja mencapai antara angka  8 hingga 10. Bahkan akan semakin kuat ketika memasuki 10 – 15 menit menuju ke kelahiran.

6. Air Ketuban Pecah

Satu-satunya cara membedakan konstraksi pada ibu hamil yang bisa Anda lakukan adalah dengan melihat air ketuban pecah. Namun sebenarnya kapan pecahnya, tidak bisa ditentukan karena tiap ibu hamil biasanya pun berbeda-beda. Gejala ini juga dapat dibarengi dengan tanda-tanda lainnya.

Pada umumnya, pada saat air ketuban pecah, proses persalinan harus segera dilakukan dan tidak boleh ditunda terlalu lama. Pasalnya jika gejala ini sudah terjadi, menandakan jalan masuk menuju ke rahim sudah terbuka.

Itulah tadi ulasan mengenai cara membedakan konstraksi pada ibu hamil yang perlu Anda pahami khususnya sebagai calon ibu. Pengetahuan dasar seperti ini memang sudah semestinya diketahui. Jika masih awam dan merasa bingung, cek saja informasi lengkapnya pada situs nvintan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *