Bahaya Preeklamsia pada Ibu Hamil dan Janin

Posted on

Bagi sebagian besar perempuan mungkin masih asing dengan istilah tersebut. Padahal hal-hal penting seperti ini wajib diketahui guna memperdalam ilmu parenting sekaligus mempersiapkan diri menjadi orang tua. Salah satunya yakni mengetahui apa saja bahaya preeklamsia pada ibu hamil dan juga janin.

Bahaya Preeklamsia pada Ibu Hamil Sebelum HPL

Preeklamsia sendiri merupakan sekumpulan gejala yang akan terjadi pada ibu hamil. Penyebabnya pun beragam mulai dari kandungan protein dalam urine, tekanan darah naik dan bagian tubuh membengkak. Lantas apa saja bahaya preeklamsia pada ibu hamil agar bisa mencegahnya?

1. Berubah Level Lebih Tinggi Menuju Eklamsia

Bahaya Preeklamsia pada Ibu Hamil

Preeklamsia akan meningkatkan resiko terjadinya eklamsia pada ibu hamil. Kondisi ini bisa saja terjadi ketika wanita hamil mengalami kejang. Beberapa gejalanya mulai dari penurunan kesadaran atau bahkan kematian. Hal ini pun menjadi gangguan yang sangat berbahaya mengancam janin dalam kandungan.

Evakuasi janin menjadi langkah yang paling utama ketika wanita hamil mengalami eklamsia. Selain itu, ada banyak tindakan dari dokter sebagai penanganan pertamanya. Satu hal paling penting adalah segera membawa ibu hamil ke dokter kandungan agar tidak terlambat mendapatkan penanganan.

2. Gangguan pada Organ Vital Seperti Ginjal dan Paru-Paru

Gangguan ginjal menjadi salah satu bahaya preeklamsia pada ibu hamil yang cukup membahayakan bagi bumil sendiri. Penderita bisa mengalami penurunan fungsi ginjal selama beberapa waktu. Akibatnya adalah penumpukan cairan dan racun pada tubuh karena organ tidak bisa berfungsi semestinya.

Baca Juga :   Ibu Hamil Makan Durian, Mitos atau Fakta Bahaya untuk Janin?

Selain itu, bahaya preeklamsia pada ibu hamil juga berdampak pada paru-paru. Penderita beresiko mengalami sesak nafas karena adanya penumpukan cairan di organ tersebut. Istilah lainnya adalah edema paru. Masih ada banyak istilah lain yang mungkin harus Anda tahu dengan mengunjungi kategori blog.

3. Solusio Plasenta

Nama lainnya adalah abrupsio plasenta yang merujuk pada kondisi gawat darurat selama masa kehamilan. Keadaan ini bisa terjadi ketika plasenta lepas dari dinding rahim sebelum memasuki proses persalinan. Akibatnya, pendarahan hebat akan terjadi sehingga janin tidak bisa mendapat asupan gizi lagi.

Penyebab dari solusio plasenta sebenarnya belum diketahui sampai saat ini. Namun ibu hamil dengan kondisi penyakit tertentu ternyata memiliki resiko lebih tinggi mengalaminya.  Seperti berusia di atas 40 tahun, pernah mengalami preeklamsia maupun eklamsia dan mempunyai riwayat solusio plasenta.

4. Resiko Pembuluh Darah Pecah dan Stroke

Bagi perempuan hamil yang sedang mengalami preeklamsia bisa saja terkena gangguan stroke. Hal ini karena kondisi tersebut berhubungan erat dengan tekanan darah meningkat dalam waktu singkat. Jika aliran darah di otak terganggu, seperti pembuluh darah pecah, maka akan terjadi stroke.

Selain itu, bahaya preeklamsia pada ibu hamil juga berdampak pada HELLP atau sindrom Hemolysis, Elevated Liver Enzymes and Low Platelet Count. Gangguan ini juga termasuk ke dalam kondisi gawat darurat sehingga harus memerlukan penanganan khusus karena mengancam nyawa ibu hamil dan janin.

Bahaya Preeklamsia pada Janin

Karena preeklamsia berdampak pada janin, tentu janin di dalamnya juga ikut terancam. Akan terjadi persalinan prematur  ketika derajat preeklamsia memang berat atau berubah level menuju ke eklamsia. Maka satu-satunya cara yang akan dilakukan adalah dengan mengeluarkan janin sebelum waktunya.

Baca Juga :   Feeling Hamil Sebelum Telat Haid, Simak 4 Tanda Kehamilan Lainnya

Janin juga bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan karena aliran darah yang terganggu. Keadaan seperti ini akan menyebabkan pasokan gizi ke janin bekurang. Tidak heran apabila ibu dengan kondisi preeklamsia, tinggi resiko mengalami BBLR atau berat badan rendah. Hal ini juga berdampak ke masa depan.

Bayi dari ibu preeklamsia punya resiko tinggi mengalami penyakit seperti hipertensi dan diabetes saat dewasa. Dampak paling bahaya adalah kematian. Janin bisa mengalami gangguan kompleks di dalam kandungan sehingga berdampak kematian. Kondisi ini terjadi karena gangguan pembuluh darah dan plasenta bermasalah.

Itu tadi bahaya preeklamsia pada ibu hamil dan janin yang bisa saja terjadi. Untuk mencegahnya, penting bagi Anda tahu bagaimana cara menjaga kehamilan tetap sehat. Bahkan hal ini dapat dilakukan mulai dari promil. Jangan lupa cek tips dan trik selama hamil dengan mengunjungi situs nvintan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *